Rabu, 23 Agustus 2017

Pendidikan Untuk Orang Miskin



Pendidikan untuk orang miskin
Oleh
Abubakar Fauzi Difinubun

Gambar Rum abaca taman pelita pulau kelang

Masyarakat miskin adalah jumlah mayoritas penduduk Maluku. Meraka hidup menderita ditenga dinamika kehidupan yang semakin tidak ramah. Sementara para elit politik sampai pada penguasa sedang asik menikmati hasil dari penjual ijasa yang tak bebobot. Mereka berjuang mengatas namakan dirinya sendiri bahkan mereka menjahui diri dari kata kemeskinan. Maka bagi saya sebagai aktifis melihat dinamika ini, saya berkesempulan bahawa Pendidikan alternatif adalah solusinya.
Mungkin bagi orang-orang yang mempunyai kapasitas perekonomian yang tinggi menggap pendidikan biasa-biasa saja, namaum bagi mereka yang mempunya perekonomi yang rendah atau di bawa rata rata sangat sulit untuk meneruskan generasinya untuk melanjutkan pendidikan pada sekolah atau bahkan perguruan tinggi tertentu, sebab bukan biaya pendidikan yang mereka pikirkan tapi biaya kehidupan kesehariannyalah mereka khuwatirkan.
Konsep mengenai persoalan kemiskina bukan menjadi wacana baru untuk masyarakat yang hidup di Maluku, bahakan bagi saya mereka bias diberikan penghargaan Duta pendidikan, sebab dari pasar mereka bisa merai kesuksesan. Idelanya orang miskin tidak akan peranah habis rasanya untuk merasakan pendidikan, namun sistem pendidikan yang di terapkan oleh para elit hingga membuat mereka merasa tak nyamun dengan pendidikan.
Masyrakat miskin memeng perluh mendapatkan pendidiakn sesuai amat undang-undang, bahawasnaya, setiap warga Negara berhak mendaptkan pendidikan yang layak, namun faktanya pendidkan telah dipolitsasi. Kita tidak dapat membiarkan meraka terpurak pada setuasi yang seharusnya dapat di usahakan lebih baik sesui diefinisi dari pendidikan itu sendiri. Demikian juga halnya dalam dunia pendidikan khususnya dalam mendapatkan pendidikan secara layak sesuia amat undang-undang dasar Negara Repoblik Indonesia
Gambaran tentang pendidikan untuk masyarakat dari sejak dahulu kalah kiranya menjadi kareta yang bagus untuk memosisihkan seseorang dalam memegang posisi sebagai pemegang jabatan penting dalam suatu pemirintahan. Selama ini, masyarakat telah berusaha meningkatkan kualiats diri sebab, ada yang kemudian menjadi topik adalah, kurangnya kesadaran pada kulitas diri masyakat kita, faktah yang terjadi hari ini adalah masyarakat mampuh mendirikan pendidikan nonformal sebagai bentuk ikhtiar meraka terhadap genarasinya esok nanati, terutama dalam kelopok minoritas yang mempunyai pendepatan pas-pas alais miskin, itulah bagi meraka menggap pendidikan terlalu mahal buat meraka. Dengan demikian ikhtia merak terhadap masa depan anak-anaknya biisa terpenuh.
Kessadaran untuk menjadkian proses pendidikan sebagai sebuah kewajiban adalah bentuk kepedualian atas sumberdaya manusi kelak nanti, sebab sember daya manusia paling berharga adalah anak muda, oleh karena itu megutib bahasa-bahasa yang di pesankan oleh bapak proklamator kita adalah bahwa ia hanya membutuhkan sepuluh pemuda. Sebab pemudah adalah tongkat estefet perjuangan kedepan, hal ini kiranya memotifasi para masyarakat hari ini hingga meraka walau tak sempat menyepantkan anaknya di sekolah atau bahakan perguaruan tinggi di daera-daera tersebut namun dengan semangat yang berkobar mereka menyediakan sekolah nonformal untuk generasi yang tak mampu.
Dalam proses pendidikan kita tidak mengenal diskriminasi, sebab semua orang mempunyai kesempatan yang sama. Anak muda adalah aset Negera, jika pendidikan kita dibatasi karana perekonomian maka, bagai saya kita belum merdeka sepenuhnya. Bagaiman nasib Bangsa dan Negara ini ke depan tergantung pada sistem pendidian yang diterapkan hari ini, sebab kita tidak bias menguvbah hari kemarin biarlah akan berlalu dengan zamannya, hari ini adalah kenyataan pendidikan kita, mari sama kita binah pendidikan kita agar esok bisa dinikmaati oleh anak cucu kita, AMIN

Senin, 17 Juli 2017

PESAN UNTUK MAHASISWA BARU



Salam mahasiswa.!!!
Selamat datang para pejuang bangsa.
selamat menikmati waktumu menjadi seorang Maha diatas siswa.
Bangsa ini  membutuhkan para pemikir-pemikir muda.
Sebab, bangsa ini dipaksa untuk berfikir, jika kau jadikan kampus adalah gedung dan ruang kuliah, maka idealismemu tak terasa.
Kenalilah teman-teman yang se ideal, agar kau mampu menaklukan bangsa.
Habiskanlah masa periode Maha atas siswamu dengan membaca, berdiskusi, kajian dan berintraksi.
Sebab jika kau tak melakukan itu, maka kau tak bedanya dengan orang-orang yang bersaing dipasar hari ini.
Pintar-pintarlah mencari teman diskusi, jang main-main meluluh
memperbanyaklah membaca buku
sebab buku adalah jendelah pengatahuan
Bercanda dan tertawa boleh saja, apa lagi itu di organisasi mahasiswa.
Jangan menghabiskan waktumu untuk berkeluh kesah
Sebab kau adalah orang-orang yang terpilih menjadi mahasiswa
Melawan, dan berani mengambil  persoalan
Sebab kau akan terbentuk, mahasisawa kok cengen, cari-cari aman
Indonesia adalah bangsa yang dibangun oleh orang-orang muda
Jangan abiskan waktumu diruang kuliah, nikmati kehidupan kampus
Dengan terus membaca.
Melawan, adalah cara mahasiswa menerobos kebodohan
Agar kampus tak berubah menjadi penjara bagimu
Semoga kalian adalah anak-anak muda terpilih di negeri ini
Sebab kalian telah berdada disumur pengatahun
Perbanyaklah kunjungi perpustakaan dan tokoh buku, jangan habiskan waktumu di kantin kampus dan rumah kopi
Salam Mahasiswa
Ambon 13 Juli 2017
Refleksi
Mahasiswa Tingkat Akhir
Abubakar Fauzi Difinubun

Selasa, 11 Juli 2017

pesan untuk mahasiswa

KANDA DAN KOPI 1 GALAS 5000
Kantin kampus
Ideologi adalah kemewahan terakhir yang di miliki seorang pemuda, ( TAN ). Ideologi juga adalah sebagai representasi dari pengatahuan yang membebaskan manusia dari tirani penindasan. (Haris Far-Far)
Hari ini saya menemukan dan mendengar lagi doktrin itu, doktrin katanya, kulia itu bukan soal IP / IPK, apa lagi Aktifis kok ngurus kuliah? ini adalah doktrin, yang kemudian bagi saya seorang mahasiswa tingkat akhir adalah SALAH. Mahasiswa itu harus mempunyai sejuta ide dan gagasan dalam berbagai konsep baik itu : Ekonomi, Politik, Hukum dan lain-lain. Kiranya ini telah selesai pada konsep filsafat, sebab filsafat sebagai Ibu dari pengatahun ( aristoteles )
Akhir – akhir ini mahasiswa kita salah menafsirkan yang namanya konsep kemerdekaan individual, tapi bagi saya  mereka taksempat berfikir, bahawa kebebsannya ada juga kebebasan orang lain. Mahasiswa baru adalah target dari konsep kemerdekaan para mahasiswa lama yang ada di setiap Universitas. baik itu Swasta maupun Negeri, ada beberapa mahasiswa di Universitas Pattimura Ambon,  bagi saya hari ini gagal konsep berfikir tentang identitas mahasisawa. Menjadi mahasiswa bagi saya Ia harus berda pada tiga kosep dasar yaitu : agen of change, ageng of control, agen of ironstock. Dan juga seimbang antara kuliah dan organisasi, banyak yang saya temui mahasiswa akhir-akhir ini, bahwa mereka banyak menemukan ide dan gagasan di Organisasi intra maupun ekstra, namun ia pada kosenp ruangan akademis masih dibawa rata-rata, dan juga bagitu sebaliknya. Ini kemudian bagi saya kita harus berfikir ( RAKUS ) Rasional, Analitis, Kritis, Universal dan Sistematis agar terciptnya insan akadimis, pencipta, pengabdi, yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil ,makmur yang diridhoi Tuhan yang Maha Esa ( konsep dasar HMI) kosep ini bagi saya telah selesai pada fase ilmu pengatahuan, dan semoga yan mampu menghasilkan konsep dasar HMI ini, mendaptak ridho dari Tuhan yang Maha Esa. Amin
Pesan saya buat mahasiswa baru,
Jadilah dirimu sendiri, sebab jika kau meniru orang lain. Maka, kau akan kehilangan jati dirimu sendiri..

Salam Mahasiswa
Ambon 11 juli 2017 : 07:44 Wit
Refleksi mahasiwa tingkat akhir
Abuabakar F difinubun


[i] Pesan merdeka untuk mahasisawa

Kamis, 06 Juli 2017

data citra

mahasiswa tingkat atas

*Tugas uas *

*kombinasi falase color compasite antra lansad 7 ETM dan lansad 8*



*nama Abubakar fauzi difinubun*

*nim 2013 63 050*



Citra khususnya landsat , seperti citra lainnya , tersusun atas beberapa
saluran (band), dengan berbasis warna dasar (Merah, Hijau, Biru), kita bisa
mengkombinasikan saluran-saluran tersebut pada saluran warna dasar, yang
nantinya akan menonjolkan informasi tertentu yang kita inginkan, berikut
kombinasi untuk Landsat

*Kombinasi 321 :*

Kombinasi ini merupakan warna natural sehingga merupakan pendekatan terbaik
untuk melihat realitas lanskap. Saluran 3 mendeteksi penyerapan klorofil,
saluran 2 mendeteksi reflektan hijau dari vegetasi dan saluran 1 cocok
untuk penetrasi air, pada perairan jernih bisa masuk sekitar 25 meter,
dengan kata lain kita bisa juga mendeteksi transportasi sedimen di
perairan. Saluran 1 juga membedakan tanah dan vegetasi serta tipe tipe
hutan.

*Kombinasi 432: *

Tipikal kombinasi komposit false color seperti di foto udara. Saluran 4
mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, juga membedakan tipe vegetasi,
selain itu membedakan tanah dan perairan. Kombinasi ini menampilkan
vegetasi berwarna merah, merah yang lebih terang menandakan vegetasi yang
lebih dewasa. Tanah dengan sedikit atau tanpa vegetasi antara putih (pasir
atau garam) sampai hijau atau coklat tergantung kelembapan dan kandungan
organik. Air nampak biru, perairan jernih akan terlihat biru gelap atau
hitam sedangkan perairan dangkal atau air dengan konsentrasi sedimen tinggi
akan nampak biru muda. Area permukiman berwarna biru kecoklatan .

*Kombinasi 453: *

Saluran 5 sensitif akan variasi kandungan air, vegetasi berdaun banyak dan
kelembapan tanah.  Saluran ini mencirikan tingkat penyerapan air yang
tinggi, sehingga memungkinkan deteksi lapisan air yang tipis (kurang dari 1
cm).  Variasi dari kandungan Fe2O3  pada batuan dan tanah dapat dideteksi,
pantulan yang tinggi berarti kandungan yang banyak. Pada kombinasi ini,
vegetasi berwarna kemerahan, ketika tanaman mempunyai kondisi kelembapan
yang sedikit rendah, tingkat pantulan saluran 5 relatif tinggi, yang
berarti semakin banyak warna hijau, sehingga menghasilkan warna oranye.
Hijau akan semakin mendominasi ketika pantulan vegetasi semakin rendah di
VNIR dan meninggi di SWIR. tanah tanpa vegetasi dan area permukiman akan
nampak biru kecoklatan.



*Kombinasi 742: *

Vegetasi memperlihatkan variasi kehijauan dikarenakan saluran 4
direpresentasikan dengan warna hijau. Saluran 7 sensitif terhadap variasi
kelembapan dan khususnya mendeteksi mineral hidro pada setting geologi,
contohnya lempung. Saluran ini dapat membedakan berbagai macam batuan dan
tipe mineral. Perbedaan asal usul dari berbagai tipe batuan
direpresentasikan dengan warna merah menuju oranye dan juga warna yang
lebih terang pada warna biru dapat memberikan informasi kepada kita
mengenai tanah. Dibandingkan saluran infra merah lainnya, saluran 7 sangat
sensitif terhadap radiasi pancaran sehingga dapat mendeteksi sumber panas.
Titik hijau terang mengindikasikan vegetasi dan perairan nampak berwarna
biru gelap atau hitam. Daerah permukiman berwarna biru gelap atau pink.

*Kombinasi 4.5.1 :*

Vegetasi sehat terlihat kemerahan, coklat, oranye dan kuning. Tanah mungkin
hijau dan coklat, pemukiman putih, cyan, dan abu-abu, biru terang
merepresentasikan area yang dibersihkan dari vegetasi dan area kemerahan
merupakan vegetasi yang baru tumbuh, atau padang rumput yang jarang.
Perairan yang jernih dan dalam akan berwarna hitam, jika perairan dangkal
atau mengandung sedimen maka akan terlihat kebiruan atau biru terang. Untuk
studi vegetasi, adanya saluran IR menengah menambah sensitifitas untuk
mendeteksi variasi tahap pertumbuhan vegetasi, tetapi interpretasi harus
hati-hati jika akuisisi data bertepatan dengan hujan. Saluran 4 dan 5

Senin, 05 Juni 2017

PESAN RINDU UNTUK KAKA MARNI


Ruma poka 2017.

Tak terasa hampir seminggu kaka pergi mengahadap Tuhan, Rasull dan Malaikatnya.
Semoga kaka tetap disurganya allah SWT. Amin Ya Rhoballalmin.

Pesan Rindu ini kutitipakan saat sujud terakhirku. Rindu pun menyapa jiwaku.
Dalam kesunyian & kesendirian, Aku menulis pesan ini untuk kaka.
Sebab dalam tulisan ini, aku aku bisa menyapa kaka tentang rindu.

KAKA.
hari ini tanggal 05 juni 2017, tepat enam hari kaka pergi.
Kaka, aku masi saja mengingat itu, walau jasad kaka telah dimakan cacing tana, tapi jiwa dan raga kaka tetap dihatiku.

KAKA.
hati ini terasa sepi dan sunyi.
Sebab kasi sayang dari kaka tak lagi ada, ruang yang duluh tertatah rapi kini perlaham berantakan. Ibu sibuk dengan pekerjaan, ayah juga demikan, tapi itu tak mengurangi kasi dan sayang aku buat kaka.
Aku rindu sama kaka.
Rindu saat kaka memarahiku, menyuruku untuk mengaji lalau aku ngalawan, semua itu membuatku rindu sama kaka.

KAKA.
Dalam sujud terakhirku, aku tetap berdoa pada Tuhan, dan selalu menyebut nama kaka.
Sebab dalam sujud aku bisa berbisik rindu pada Tuhan,.
Semoga kaka baik-baik saja di surga
Surga yang dirindukan Ibu.

Perindumu
Aku : abubakar fauzi Difinubun

Jumat, 02 Juni 2017

sistem omoregulasi pada molusca

sistem omoregulasi pada molusca
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Osmoregulasi ” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada Ibu Dr.,Dra. Mey Sulistyoningsih ,M.Si selaku Dosen mata kuliah Fisiologi Hewan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai osmoregulasi. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Ambon , 22 November  2016
Penyusun
ettec difinubun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................. ii
BAB I. PENDAHULUAN
A.Judul ...................................................................................................................... 1
B.Latar Belakang ....................................................................................................... 1
C.Tujuan .................................................................................................................... 1
BAB 2. PEMBAHASAN
A.Sistem Osmoregulasi Pada Hewan......................................................................... 3
B.Prinsip – Prinsip Dasar Osmoregulasi..................................................................... 3
C.Pengaruh Lingkungan Terhadap Osmoregulasi...................................................... 3
D.Osmoregulasi Invertebrata Laut............................................................................. 4
E.Osmoregulasi Vertebrata Laut................................................................................ 4
F.Osmoregulasi Pada Hewan di Lingkungan Air Tawar............................................ 5
G.Osmoregulasi Pada Hewan di Lingkungan Air Payau.............................................
H.Osmoregulasi Pada Hewan di Lingkungan Darat....................................................
I. Osmoregulasi Pada Hewan Invertebrata...................................................................
J. Osmoregulasi Pada Hewan Vertebrata.....................................................................
BAB 3. PENUTUP
A.Simpulan ..................................................................................................................
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang.
    Secara umum proses osmoregulasi adalah upaya atau kemampuan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion antara di dalam tubuh dan lingkungannya melalui mekanisme pengaturan tekanan osmose. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.
Hal ini penting dilakukan terutama oleh organisme perairan karena :
1.        Harus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan.
2.        Membran sel yang merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat.
3.    Adanya perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan.
Dalam proses inti osmoregulasi, terjadi suatu peristiwa osmosis, dimana perpindahan cairan yang encer ke cairan yang pekat shingga akan tercipta suatu kondisi konsentrasi yang sama dan  disebut dengan  isotonis. Isotonis adalah dua macam larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama (isoosmotik) Pada kondisi Osmoregulasi: isotonis adalah tekanan osmotik dua macam cairan misal: tekanan osmotik antara cairan tubuh dan air laut (lingkungan hidup hewan).
B.   Tujuan
1.    Mengetahui osmoregulasi pada hewan tingkat rendah dan tingkat tinggi
2    Mengetahui pengaruh lingkungan terhadap osmoregulasi
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sistem Osmoregulasi pada Hewan
Alasan utama hewan harus melakukan osmoregulasi adalah karena perubahan keseimbangan jumlah air dan zat terlarut di dalam tubuh memungkinkan terjadinya perubahan arah aliran air/zat terlarut menuju ke arah yang tidak diharapkan. Kriteria Hewan dalam Osmoregulasi:
a.   Hewan Osmoregulator, yaitu hewan yang mampu melakukan osmoregulasi dengan baik.
b. Hewan Osmokonformer, yaitu Hewan yang tidak mampu mempertahankan tekanan osmotik. Hewan osmokonformer harus beradaptasi agar tetap bisa hidup dengan syarat perubahan lingkungan tidak besar  dan dalam kisaran toleransi tetapi jika perubahan lingkungan terlalu besar maka untuk tetap hidup hewan osmokonformer harus bermigrasi karena jika tidak hewan tersebut akan mati.
Lingkungan dimana hewan hidup dapat mendukung dan dapat pula mengancam kehidupan hewan tersebut sehingga diperlukan mekanisme osmoregolasi. Mekanisme osmoregulasi setiap hewan berbeda-beda denga nvariasi yang sangat luas tergantung kemampuan dan jenis organ tubuh hewan serta kondisi lingkunganhewan.
B.     Prinsip-prinsip Dasar Osmoregulasi
Terhadap lingkungan hidupnya, ada hewan air yang membiarkan konsentrasi cairan tubuhnya berubah-ubah menngikuti perubahan mediumnya (osmokonformer). Kebanyakan invertebrata laut tekanan osmotic cairan tubuhnya sama dengan tekanan osmotic air laut. Cairan tubuh demikian dikatakan isotonic atau isosmotik dengan medium tempat hidupnya. Bila terjadi perubahan konsentrasi dalam mediumnya,maka cairan tubuhnya disesuaikan dengan perubahan tersebut (osmokonformitas).
Sebaliknya ada hewan yang mempertahankan agar tekanan osmotik cairan tubuhnya relative konstan lebih rendah dari mediumnya (hipoosmotik)atau lebih tinggi dari mediumnya (hiperosmotik). Untuk mempertahankan cairan tubuh relatif konstan, maka hewan melakukan regulasi osmotic(osmoregulasi), hewannya disebut regulator osmotic atau osmoregulator. Ada dua macam regulasi osmotic yaitu regulasi hipoosmotik dan regulasi hiperosmotik. Pada regulator hipoosmotik, misalnya ikan air laut, hewan ini selalu mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya lebih tinggi daripada mediumnya (air tawar).
C.     Pengaruh Lingkungan Terhadap Osmoregulasi
Lingkungan Hidup Hewan
Pada dasarnya lingkungan hidup hewan dapat dibagai menjadi lingkungan air dan lingkungan darat. Lingkungan air masih dibedakan menjadi lingkungan air laut dan air tawar. Sedikit sekali hewan darat yang benar-benar telah meninggalkan lingkungan air. Misalnya serangga dan beberapa hewan darat yang lain, meskipun dianggap paling berhasil beradaptasi dengan kehidupan didarat, namun hidupnya sedikit banyak masih berhubungan langsung dengan air tawar. Kebanyakan hewan selain serangga, hidup didalam air atau sangat tergantung pada air.
Komposisi cairan tubuh kebanyakan hewan, khususnya konsentrasi komponen utama, mereflesikan komposisi air lautan permulaan,tempat nenek moyang hewan pertama kali muncul. Air laut mengandung sekitar 3,5% garam. Ion utama adalah natrium,khlorida,magnesium,sulfat dan kalsium yang berada dalam jumlah yang besar.
Jumlah kosentrasi garam di lingkungan sangat bervariasi sesuai tempat geografisnya. Di lautan tengah dimana penguapan tinggi tidak diikuti dengan jumlah yang sama masuknya air tawar dari sungai, maka lautan tengah memiliki kandungan garam mendekati 4%. Dilain daerah khussunya di daerah pesisir,kandungan agak rendah dibandingkan dengan lautan terbuka,tetapi jumlah relative ion-ion terlarut agak konstan
D. Osmoregulasi Hewan Invertebrata Laut
Hewan osmokonformer invertebrata laut memiliki konsentrasi osmotik cairan tubuh sama dengan air laut sehingga terjadi keseimbangan osmotik cairan tubuh hewan dengan lingkungannya tetapi tidak dalam kondisi keseimbangan ionik sehingga terjadi perbedaan komposisi ion yang menghasilkan gradien konsentrasi. Oleh karena itu hewan osmokonformer dapat memperoleh  masukan berbagai macam zat yang dibutuhkan dengan cara: ion masuk kedalam tubuh dan mengakibatkan cairan tubuh menjadi hiperosmotik, keadaan ini menyebabkan air dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh yang terlarut di air laut masuk ke dalam tubuh. Konsentrasi osmotik berbagai ion dalam tubuh hewan tidak berbeda kecuali beberapa spesies hewan laut, misalnya ubur-ubur, mempertahankan konsentrasi ion tetap berbeda dalam rangka pengaturan fisiologis. Konsentrasi ion yang tidak diatur dengan cara khusus terjadi melalui permukaan tubuh, insang, makanan yang ditelan, dan dengan menghasilkan zat sisa (misalnya urin)
.
E. Osmoregulasi  Hewan Vertebrata Laut
Kelompok hewan ini dibagi menjadi dua, yaitu:
·         Kelompok Konformer Osmotik dan Ionik terdiri atas Siklostomata (hagfish) dan Vertebrata primitif osmoregulasinya sama seperti  invertebrata laut.
·         Kelompok Regulator Osmotik dan Ionik, memiliki ciri regulasi osmotik dan ionik tidak sama dan memperlihatkan tingkatan; serta konsentrasi osmotik plasma mendekati sepertiga konsentrasi osmotik air laut. Kelompok hewan ini disebut hewan Regulator Hipoosmotik.
Teleostei laut memiliki cairan tubuh yang hipoosmotik dan mengakibatkan kehilangan air sehingga diperlukan mekanisme adaptasi untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Mekanisme untuk menghindari kehilangan air tubuh dapat dilakukan dengan cara ikan banyak minum air laut yang mengandung garam, garam masuk ke dalam tubuh hewan kemudian gara dikeluarkan kembali dari tubuh melalui insang karena di insang terdapat sel khlorid yang berfungsi mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif.
Berbeda halnya dengan Elasmobrankhii, hewan ini memiliki masalahpemasukan Na+ yang terlalu banyak ke dalam tubuh (melalui insang) dan perolehan air yang terlalu sedikit. Untuk mengatasi masalah tersebutElasmobrankhii menggunakan kelenjar rektal untuk mengeluarkan kelebihan Na+secara aktif dan menghasilkan sedikit urin (urin dimanfaatkan untuk mengeluarkan kelebihan NaCl).
Begitu pula yang terjadi pada mamalia laut, seperti lumba-lumba dan ikan paus. Mamalia laut memiliki masalah pemasukan garam yang terlalu banyak yang masuk bersama makanan. Hal ini dapat diatasi dengan organ ginjal yang sangat efisien yang dapat menghasilkan urin yang kepekatannya 3 – 4 kali dari cairan plasmanya.
F. Osmoregulasi pada Hewan di Lingkungan Air Tawar
Masalah yang dihadapi hewan air tawar kebalikan dari masalah yang dihadapi hewan laut, yaitu Tekanan Osmotik cairan tubuh hewan air tawar lebih tinggi dari lingkungannya (hiperosmotik/hipertonis) sehingga dapat memungkinkan pemasukan air yang berlebihan dan kehilangan garam. Masuknya air ke dalam tubuh mengakibatkan ion dari tubuh keluar. Hal ini harus dibatasi, oleh karena itulah hewan memiliki permukaan tubuh yang impermeabel terhadap air sehingga ion dapat dipertahankan di dalam tubuh. Akan tetapi pada kenyataannya air tetap masuk ke dalam tubuh melalui insang yang terbuka. Untuk itu antisipasi kekurangan ion dapat dilakukan dengan cara transpor aktif sehingga ion masuk ke dalam tubuh dalam bentuk garam sedangkan antisipasi kelebihan ion dapat dilakukan dengan cara difusi ion keluar tubuh dalam bentuk garam.
G. Osmoregulasi pada Hewan di Lingkungan Payau
Hewan akutik tidak selamanya menetap di habitat yang tetap (air laut atau air tawar)saat tertentu masuk ke daerah payau, misalnya salmon, lamprey, dan belut. Perpindahan antara air tawar dan air bergaram merupakan bagian dari siklus hidup yang normal sehingga hewn-hewan tersebut harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan kadar garam (kadar garam di daerah payau selalu berubah). Ketika laju hewan meningkat maka akan masuk ion terlarut dalam jumlah berlebih dan harus dikeluarkan melalui tubulus malpighi dan rektum atau papila anal yang berfungsi mengeluarkan kelebihan garam pada medium pekat dan mengambil ion secara aktif pada medium encer.
H. Osmoregulasi pada Hewan di Lingkungan Darat
Keuntungan bagi hewan yang hidup di lingkungan darat adalah mudah memperoleh oksigen sedangkan kerugiaanya adalah sulitnya menjaga keseimbangan air dan ion sehingga mudah terancam dehidrasi. Kehilangan air dari tubuh pada hewan darat dapat terjadi melaui penguapan, dimana penguapan tersebut dipengaruhi oleh kandungan uap air di atmosfer, tekanan barometrik, gerakan udara, luas permukaan penguapan, dan suhu. Vertebrata yang berhasil berkembang di lingkungan darat memperoleh air dari air minum dan makanan. Untuk menghemat air vertebrata melakukan berbagai cara yang cukup bervariasi, misalnya memiliki kulit yang kering dan bersisik, menghasilkan feses kering, menghasilkan asam urat, dan mereabsorbsi urin encer yang di kandung kemih. Pengaturan keseimbangan air berkaitan erat dengan proses mempertahankan suhu tubuh. Pada hewan mamalia perolehan air berasal dari minuman, makanan, dan air metabolik serta dari lingkungan yang berupa uap air sedangkan kehilangan air dapat terjadi melalui keringat.
I.   Osmoregulasi Hewan Invertebrata
Secara umum, organ osmoregulasi invertebrata memakai mekanisme filtrasi, reabsorbsi, dan sekresi yang prinsipnya sama dengan kerja ginjal pada vertebrata yang memproduksi urin yang lebih encer dari cairan tubuhnya. 
1)        Osmoregulasi pada serangga
Kehilangan air pada serangga terutama terjadi melalui proses penguapan. Hal ini dikarenakan serangga memiliki ratio luas permukaan tubuh dengan masa tubuhnya sebesar 50 kali, bandingkan dengan mamalia yang mempunyai ratio luas permukaan tubuh terhadap masa tubuhnya yang hanya ½ kali. Jalan utama kehilangan air pada serangga adalah melalui spirakulum untuk mengurangi kehilangan air dari tubuhnya maka kebanyakan serangga akan menutup spirakelnya pada saat diantara dua gerakan pernapasannya. Cara mengatasi yang lain adalah dengan meningkatkan impermeabilitas kulitnya, yaitu dengan memiliki kutikula yang berlilin yang sangat impermeable terhadap air, sehingga serangga sedikit sekali kehilangan air melalui kulitnya. Sebagai organ ekskretori serangga memiliki badan Malphigi yang bersama-sama dengan saluran pencernaan bagian belakang membentuk sistem ekskretori osmoregulatori. 
2)        Osmoregulasi pada Annelida
Cacing tanah seperti Lumbricus terestris merupakan regulator hiperosmotik yang efektif. Hewan ini secara aktif mengabsorbsi ion-ion. Urine yang diproduksinya encer, yang secara esensial bersifat hipoosmotik mendekati isoosmotik terhadap darahnya. Diduga konsentrasi urinnya disesuaikan menurut kebutuhan keseimbangan air tubuhnya. Homeostasis regulasi juga dilakukan dengan pendekatan prilaku yaitu aktif dimalam hari dan menggali tanah lebih dalam bila permukaan tanah kering.
3)        Osmoregulasi pada Molusca
Pada tubuh keong/siput memiliki permukaan tubuh berdaging yang sangat permeable terhadap air. bila dikeluarkan dari cangkangnya, maka air akan hilang secepar penguapan air pada seluas permukaan tubuhnya. Semua keoang atau siput bernapas terutama dengan paru-paru yang terbentuk dari mantel tubuhnya dan terbuka keluar melalui lubang kecil. Toleransi terhadap air sangat tinggi. Tekanan osmotik cairan internal bervariasi secara luas tergantung kandungan air lingkungannya. Untuk menghindari kehilangan air yang berlebih, keong atau siput lebih aktif dimalam hari dan bila kondisi bertambah kering , keoang akan berlindung dengan membenamkan diri kedalam tanah serta menutup cangkangnya dengan semacam operculum yang berasal dari lendir yang dikeluarkannya. Banyak keong darat yang secara rutin mengeluarkan suatu zat yang mengandung nitrogen dalam bentuk asam urat yang sulit larut dalam air, yang terbukti bahwa ternyata zat ini meningkat pada beberapa spesies dalam masa kesulitan mendapatkan air. Selama masa estivasi (tidur musim panas) asam urat ini disimpan dalam ginjal dengan maksud mengurangi kehilangan air untuk menekskresikan nitrogen tersebut. Banyak spesies keong yang menyimpan air didalam rongga mantelnya yang rupanya digunakan pada liungkungan kering.
J.    Osmoregulasi pada Vertebrata
1)        Osmoregulasi pada Ikan (pisces)
Ikan-ikan yang hidup di air tawar mempunyai cairan tubuh yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungan, sehingga air cenderung masuk ketubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiable. Bila hal ini tidak dikendalikan atau diimbangi, maka akan menyebabkan hilangnya garam-garam tubuh dan mengencernya cairan tubuh, sehingga cairan tubuh tidak dapat menyokong fungsi-fungsi fisiologis secara normal. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomerulus dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya.
Ikan laut hidup pada lingkungan yang hipertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang, dan kemasukan garam-garam. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ‘minum’air laut sebanyak-banyaknya. Dengan demikian berarti pula kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubulus ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomerulus ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil dari pada ikan air tawar
2).        Osmoregulasi pada amphibi
Sebagian   besar   Amphibi   adalah   hewan   air   atau   semi   akuatik. Telurnya diletakkan dalam air, dan larvanya adalah hewan air yang bernafas dengan insang. melalui   metamorphosis,   kebanyakan   Amphibi   (tidak   semua)   mengubah   alat pernafasannya dengan paru-paru. Beberapa salamander tetap memiliki insang dan tetap hidup dalam air setelah dewasa. Dan kebanyakan katak dilain pihak berubah menjadi hewan darat, meskipun biasanya masih tetap memilih habitat berair.
Regulasi osmotic Amphibi mirip ikan air tawar, kulitnya berperan sebagai organ osmoregulasi utama. Pada saat hewan berada dalam air tawar,terdapat aliran osmotic   air   ke   dalam   tubuhnya  melalui   kulit.   Sehingga   urin    yang   akan dikeluarkan akan menjadi sangat encer. Sebaliknya, apabila tidak sedang berada di air, katak dapat mereabsorbsi kembali air yang terdapat di kandung kemih.
Sehingga, urin yang akan dihasilkan akan menadi pekat. Barsama urin ikut terbuang garam-garam.  Selain   itu,  garam  dan   mineral   juga   dapat   dilepaskan  melalui kulitnya.
Katak dan salamander umumnya adalah hewan air tawar, akan mati dalam beberapa   jam   bila   ditaruh   dalam   air   laut,   jadi   katak   dan   salamander adalah  regulator   hiperosmotik   sempit.  Namun   ada   sejenis   katak   pemakan kepiting, hidup didaerah rawa mangrove, mencari makan dan berenang dalam air laut.Pada saat katak berada dalam air laut ia menjadi hewan hiosmotik. Untuk mencegah kehilangan air osmotic melalui kulitnya, katak menambah umlah urea dalam darahnya, yang dapat mencapai 480 mmol urea perliter. Mekanisme ini beralasan, sebab kulit amphibi relative permeable terhadap air, sehinggan secara sedarhana   untuk   mencegah   kehilangan air   dibuat   konsentrasi   osmotic   darah seperti mediumnya.
Karena urea essensial bagi katak untuk hidup normal, maka urea  ditahan dalam tubuh dan tidak diekskresikan bersama urin. Pada hiu, urea ditahan melalui reabsorbsi aktif dalam tubuli ginjal. Pada katak pemakan kepiting, urea ditahan dengan mereduksi volume urin pada saat katak berada dalam air laut. Nampaknya urea tidak direabsorbsi secara aktif, sebab konsentrasi urea dalam urin tetap dalam keadaan sedikit di atas urea dalam plasma. Katak pemakan kepiting, yang muda memiliki toleransi lebih besar terhadap salinitas   tinggi   dari   pada   yang   dewasa.   Pada   katak   muda,   pola   regulasi osmotiknya mirip dengan teleostei sedangkan yang dewasa mirip Elasmobrankhii
3)      Osmoregulasi pada Reptil
Hewan dari kelas reptile, meliputi ular, buaya, dan kura-kura memiliki kulit yang kerimg dan bersisik. Keadaan kulit yang kering dan bersisik tersebut diyakini merupakan cara beradaptasi yang baik terhadap kehidupan darat, yakni agar tidak kehilangan banyak air. Untuk lebih menghemat air, hewan tersebut menghasilkan zat sisa bernitrogen dalam bentuk asam urat, yang pengeluarannya hnya membutuhkan sedikit air. selain itu, Reptil juga melakukan penghematan air dengan menghasilkan feses yang kering. Bahkan, Kadal dan kura-kura pada saat mengalami dehidrasi mampu memanfaatkan urin encer yang dihasilkan dan disimpan dikandung kemihnya dengan cara mereabsorbsinya.
4)      Osmoregulasi pada Aves
Pada burung pengaturan keseimbangan air ternyata berkaitan erat dengan proses mempertahankan suhu tubuh. Burung yang hidup didaerah pantai dan memperoleh makanan dari laut (burung laut) menghadapi masalah berupa pemasukan garam yang berlebihan. Hal ini berarti bahwa burung tersebut harus berusaha mengeluarkan kelebihan garam dari tubuhnya. Burung mengeluarkan kelebihan garam tersebut melalui kelenjar garam, yang terdapat pada cekungan dangkal dikepala bagian atas, disebelah atas setiap matanya, didekat hidung. Apabila burung laut menghadapi kelebihan garam didalm tubhnya, hewan itu akan menyekresikan cairan pekat yang banyak mengandung NaCl. Kelenjar garam ini hanya aktif pada saat tubuh burung dijenuhkan oleh garam. 
5)      Osmoregulasi pada Mamalia
Pada mamalia kehilangan air dan garam dapat terjadi lewat keringat. Sementara, cara mereka memperoleh air sama seperti vertebrata lainnya, yaitu dari air minum dan makanan. Akan tetapi, untuk mamalia yang hidup dipadang pasir memperoleh air denga cara minum merupakan hal yang mustahil sebagai contoh kangguru. Kangguru tidak minum air, tetapi dapat bertahan dengan menggunakan air metabolic yang dihasilkan dari oksidasi glukosa. 
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
   
1.      Secara umum proses osmoregulasi adalah upaya atau kemampuan hewan air untuk mengontrol keseimbangan air dan ion antara di dalam tubuh dan lingkungannya melalui mekanisme pengaturan tekanan osmose.
2.       Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati.
3.      Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.
B.   Saran
Penulis mengetahui bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran, kritik, maupun petunjuk dari segala pihak untuk menyempurnakan laporan yang penulis sajikan ini.


DAFTAR PUSTAKA
Arsih, Fitri. 2012. Fisiologi Hewan. Padang : UNP Press.
Campbell. 2004. Biologi Jilid Kelima-Jilid 3. Jakarta : Erlangga.
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Malang : IKIP Malang.
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Kanisius